Monday, January 22, 2018

Review Kujemput Islam dengan Cintamu

Buku ini berisi kisah nyata tentang seorang gadis bersuku Dayak Maanyan yang berhijrah memeluk agama Islam dari agama Kristen. Perjalanan hijrah Lesa, nama gadis tersebut, ternyata berawal dari pertemuannya dengan seorang lelaki yang sekarang menjadi suaminya. Keren ya?

Judul : Kujemput Islam dengan Cintamu
Penulis : Lesa Mara Pepe
Penerbit : Zukzez Express
Tahun terbit : 2015
Ditulis langsung oleh Lesa yang menjadi tokoh utama, buku ini sarat hikmah religius. Ada banyak hal yang bisa dipetik. Salah satunya membuatku merenung betapa beruntungnya kita yang terlahir sebagai muslim sedang para mualaf perlu rintangan terlebih dahulu untuk menggapai hidayah. Lesa sendiri memiliki pengalaman yang berliku-liku dalam perjalanannya sebelum mengucapkan syahadat. Konflik utama berupa pertidaksetujuan dari orangtua membuatnya malah semakin mantap untuk memeluk Islam. Ditambah pula ia sempat diserang penyakit berat yang membuat fisiknya lemah.

Dalam pencariannya akan kebenaran, Lesa banyak berdiskusi dengan pakar agama Kristen dan pemuka agama Islam. Di buku ini Lesa juga bercerita tentang beberapa buku yang membuat ia tambah bersemangat mencari kebenaran. Sebagian besar ia mengutip isi buku yang menurutnya penting untuk dituangkapkan. Yang paling menarik bagiku tentu saja pembahasan pada chapter 9 yang berjudul “Tuhan” Yesus dalam Sejarah. Bab ini khusus bercerita tentang pengalaman seorang Irena Handono dalam proses mualafnya.

Pada chapter 15, Lesa menulis tentang korelasi tentang budaya suku Dayak Maanyan dengan agama Islam dan Kristen. Mengapa Lesa tertarik membahas tentang ini? Karena Lesa menjalani kehidupannya sehari-hari sebelum ia kuliah dan pindah ke Banjarbaru lekat dengan kebudayaan Dayak Maanyan. Ada 10 poin hubungan antara kebudayaan suku dan agama yang ia jelaskan di sini. Point ke 10 panjang lebar membahas tentang bahasa dan adat istiadat Dayak Maanyan. Berhubung aku belum terlalu mengetahui tentang suku ini, aku jadi suka mencermati detail poin yang dijabarkannya.

Namun, aku ingin mengoreksi bagian dari poin ke-6 yang terdapat di halaman 182. Ada 3 penggalan kalimat yang menurutku bermasalah di sini, yaitu:
1.      ......., pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut Cukai.
2.      ....., biarlah ia menjadi padamu seperti orang kafir dan seperti orang pemungut tjukai
3.      ....., let him be unto thee as an heathen man and a publican.

Pada halaman 183, penulis mengkritik bahwa kata Allah, Kafir, dan Him yang diterjemahkan dalam 3 kitab tersebut di atas adalah sama. Padahal menurutku tidak sama, karena frasa  padanannya yang tepat menurutku sesuai dengan warna yang kuberikan di atas.

Buku berjumlah 246 halaman ini sangat bergizi sekali untuk dinikmati oleh para muslim. Terlebih di bagian belakang terdapat beberapa lampiran surat dari alkitab yang dialihbahasakan dan diubah dengan sangat tidak pas oleh orang yang berkepentingan. Sayangnya dengan isi yang sarat makna, buku ini tidak didukung dengan tata letak yang baik. Sebagai penikmat kerapian, aku menyayangkan beberapa kalimat yang tidak sesuai peletakkannya dan typo yang masih bertebaran di sana-sini. Semoga pada cetakan berikutnya editor bisa lebih mempercantik isi buku ini agar lebih nyaman dibaca.
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates