Monday, October 16, 2017

[Review Novel] Heart of Thunder

Hai, semuanya ...

Lama gak posting. Lama gak nulis review buku. Lama gak baca. Lama gak nyemplung di dunia baca tulis lagi bikin aku kangen. Jadi, sekarang aku mau posting review novel lama yang kupinjam dari perpustakaan kotaku. 

Kebanyakan kerjaan di dunia nyata (alasan) membuatku hampir lupa bagaimana asyiknya membaca sambil goler-goleran seperti dulu. Kebanyakan pengantar, nih. Yuk, langsung review novelnya.

Judul novel yang kubaca kali ini adalah Heart of Thunder. Seperti yang sudah kubilang sebelumnya, ini novel terbitan lama dan setting waktu yang digunakan penulis pun jauh kembali ke masa lalu. Aku berasa terbawa ke abad 18 di mana saat itu, di Benua Amerika sedang terjadi demam emas. Saat di mana alat transportasi utama adalah kuda dan kereta kuda, sehingga untuk perjalanan jauh memerlukan waktu berbulan-bulan. Kondisi padang pasir di Amerika yang menjadi setting tempat di novel ini pun membayang di khayalanku, betapa kosong tanpa gedung bertingkat seperti sekarang.

Novel ini bercerita tentang dua orang yang sama-sama keras kepala dan gengsi mengakui bahwa mereka saling jatuh cinta. Konflik utama dalam novel ini adalah usaha Hank Chevez untuk mendapatkan kembali rumah dan tanah milik keluarganya yang dirampas oleh pemerintah Meksiko. Namun, ternyata tanah tersebut sudah dibeli oleh ayah Samantha Kingsley -tokoh perempuan utama dalam novel ini. Dari sanalah interaksi antara Hank dan Samantha bermula. Kebencian di antara keduanya membuat rumit perasaan cinta yang mulai tumbuh.

Meski terlihat ringan, tapi menurutku tema yang diangkat dalam novel ini cukup sadis -yaitu usaha untuk mengambil/mempertahankan hak dengan berbagai macam cara. Entah karena memang kultur zaman dahulu yang memang penuh kekerasaan atau penulis memang sengaja mengangkatnya agar menjadi alasan yang memperkuat setiap langkah yang diambil tokoh-tokoh utama.

Plot cerita dalam novel ini apik dan natural. Tak heran, karena penulisnya adalah Johanna Lindsey, The #1 New York Times Bestselling Author. Menurutku, ia piawai sekali menulis novel bergenre fiction historical romance ini. Terdapat dua sesi utama dalam novel ini, yaitu perkenalan dan konflik tokoh di Meksiko dan proses penyelesaian konflik yang dimulai dengan pelarian diri Samantha ke Inggris. Kedua sesi utama tersebut terjalin dengan rapi sehingga membentuk plot yang bagusnya juara.

Karakterisasi kedua tokoh utama sangat kuat sehingga mengendalikan jalan cerita di keseluruhan cerita. Meskipun sama-sama keras kepala, tapi emosi yang berasal dari hati juga kadang mempengaruhi keputusan pasangan ini. Penggambaran karakter yang mampu mengungkapkan apa yang ada di kepala masing-masing tokoh membuat cerita dalam novel ini terasa nyata.

Judul: Heart of Thunder (Cinta yang Tersisa)
Penulis: Johanna Lindsey
Penerbit: Dastan Book
Tahun terbit:2011

Di balik 'kesempurnaan' novel ini, ada beberapa kesalahan ketik nama yang kutemukan pada versi terjemahan ini. Misalnya pada halaman 308. Tertulis, "Aku memaksa. Dan itu alasan yang cukup bukan?" Samantha menyeringai. Seharusnya yang menyeringai adalah Hank pada konteks pembicaraan tersebut.

Ada beberapa hal yang menjadi favoritku dalam novel ini. Salah satunya adalah ungkapan-ungkapan Bahasa Spanyol, yang terlihat cantik dibaca. Seperti kata Gatita,  Dios Mio, Querida, dan Amigo.

Aku juga suka scene di halaman 377 saat Hank tidak percaya pada penjelasan Lorenzo betapa Samantha mengkhawatirkannya, bahwa Hank sangat berarti bagi Samantha. Hank hanya bisa berkata, "Sialan!" Bukan karena ia merasa Samantha mengasihaninya tapi karena ia akhirnya menyadari bahwa binar cinta yang sama juga tumbuh di hatinya.

Bagian lain yang juga menjadi favoritku adalah ketika akhirnya Samantha mengkonfrontasi Hank di halaman 465 dan keduanya berbicara panjang lebar mengenai perasaan gila merek. Hingga mereka akhirnya memutuskan untuk hidup bersama.

Ya, novel dengan tebal 476 halaman ini memiliki pesan jika cinta mampu mengalahkan ego, keras kepala, dan gengsi sepasang kekasih. Pikiran negatif juga perlu disingkirkan sebelum mempengaruhi keputusan atau menjadi sesal karena ternyata kenyataannya berbeda. Dan yang terpenting, kalau cinta ya bilang saja. ^^
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates